Senin, 15 Agustus 2011

Dukung gerakan Donasit Rp1000 rupiah untuk anak2 korban lumpu lapindo

Uang seribu rupiah, bukanlah jumlah yang banyak dan juga tidak sedikit, apalagi buat anak-anak, terutama anak-anak korban lumpur Lapindo. Lumpur lapindo telah menenggelamkan rumah, sawah, sekolah dan tempat mencari nafkah orangtua mereka. Keceriaan dan masa depan mereka turut ditenggelamkan oleh lumpur Lapindo.
Mendekati tahun ajaran baru 2011/2012, 300 anak-anak korban Lapindo tidak menentu masa depannya, bahkan di antaranya ada yang telah putus sekolah karena orang tuanya tak mampu lagi membiayai pendidikan dan kehidupan mereka sehari-hari, semantara biaya sekolah terus naik. Sebagai korban, mereka tidak diperhatikan dan pemerintah maupun Lapindo hanya mengurus ganti rugi yang tak kunjung juga selesai. Ke-300 anak-anak korban Lapindo sebagian besar masih duduk dibangku SD. Pada tahun ajaran baru ini saja, setidaknya mereka membutuhkan lebih dari Rp.43juta untuk SPP, buku, seragam, ujian dan biaya bangunan/gedung sekolah.
Kampanye Anti Generasi Suram Korban Lapindo merupakan kampanye penggalangan dukungan publik untuk aktif mendukung pemulihan ekonomi, pendidikan anak dan pemenuhan kebutuhan dasar anak korban Lapindo. Dukungan berupa dana ataupun dukungan lainnya, akan dilaporkan berkala melalui website.

      Semburan Lumpur panas yang diakibatkan oleh operasi pengeboran Lapindo  sudah berlangsung lima tahun. Belasan desa sudah tenggelam, dan puluhan ribu orang terpaksa kehilangan tempat tinggal dan penghidupan mereka, sedangkan ratusan ribu lainnya terancam nasib yang sama.
      Sementara hingga kini pemerintah justru secara berlahan membiarkan Lapindo untuk lepas dari tanggungjawab. Nah, ayo kita ikut mendesak Lapindo agar bertanggungjawab atas semburan lumpur Lapindo.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar